Melanjutkan Sekolah di Singapura

September 20th, 2007

Sandy PH:

Hi all,
mau nanya
kalo ada anak lulusan SMA pengen stay and make a
living di Sing kira2 jalur mana yang bisa ditempuh yah
?
asumsi buat beberapa tahun pertama bisa tinggal sama
keluarga di sing, so living cost is not a problem
bisa langsung masuk salah satu uni gak ?
kalo bisa dokumen apa aja yang diakuin sama uni sini ?
raport/ijazah/dll ?
kalo poli itu setingkat sama SMA kan sebenernya ?
advisable gak kalo sekolah disana ?
or lebih baik kursus2 dulu ?
TIA

Eddy Tlessh:

Hi Sandy, mau nyekolahkan adik ya…
poly itu setara d3 di indo,
kalo anak SMA indo, bisa coba apply ke 3 uni dan 5 poly atau ITE(ini lagi naik daun) dulu… (soalnya murah dibanding private school),
saranku apply semua, dgn pertimbangan anak SMA-nya kalo berprestasi (misal pernah ikut olimpiade, atau LKIR) lebih besar kans-nya jadi bisa milih ambil yg terbaik. karena gak mudah tembus sekolah pemerintah, saingannya bukan hanya orang dari luar negeri, dari singaporean juga…
org Singapura aja kadang susah masuk di poly apalagi uni karena masalah o level dan n level, habis poly pun masih kadang susah masuk uni, pada lari ke private school misal informatics, psb dsb, atau sekolah ke Aussie atau US buat yg lebih kaya.
subjektif opinion: kursus umumnya tidak disarankan, karena nantinya kalo untuk urus EP perlu kualifikasi degree, jadi drpd wasting time & money lebih baik ambil jalur degree aja. sebagai las resort: ambil univ di indonesia aja toh nantinya juga diakui di sini…

Sandy PH:

iya nih Edd :)
abis kayaknya ga dapet negri dan rata2 yang swasta
minta minimal 20jt buat uang pangkal doang(gila gak
sih dulu gue tahun 97 cuman bayar 500rb doang)
kalo misalnya masuk NAFA or LaSalle gitu dari SMA
langsung bisa gak sih ? ada yang kuliah disana ?

Daniel Bakhtiar:

ndok.. kalau universitas/college yg ga diakui pemerintah singapore bakal jadi sulit.
temen gue yg singaporean ikut college di singapore yg ga diakui pemerintah, susah juga cari kerjanya, akhirnya jadi freelance.
apalagi untuk buat EP, daripada tanggung memang lebih baik kuliah di indo.

PONIMAN:

Hi Sandy,
Menurut gua sih yah…Mending masuk poly aja dulu…At
least da pasti bisa dapet yg murah(Konteks-nya bener2
nda bisa dapet uni pemerintah)…Setelah itu cari
kerja juga nga susa2 banget kok cuma gaji aja kecilll
dari sana u bisa ambil part time S1 untuk dapet-tin
EP…so lebih enak lah ^_^….
Pertanyaan lain, kirim aja lgsg ke email saya
^_^…Thx

Ferrieanto K:

Poly bisa sign up for govt bond supaya school feenya murah, tapi harus kerja di singapore (atau overseas, tapi with singapore-registered company) selama 3 tahun (atau 5 ya?), and langsung dapet PR. setuju sih, gaji kecil :P

Seageath:

Kayanya bener Bang saran mas Poniman ini
Ambil poli kan dpt D3 terus nanti uni baru disini .. pasti pake tambahan biar setara D3 disini baru uni-nya
Ada kok paketnya kaya begini .. ex anak kost ane D3 terus ambil sampe setara S1 tp lanjut ke aus kul-nya
But kalo mau S1 doank ya ga pa2 paling ga dah degree kan disini
Alias gaji ga teruk2 sangat kalo orang malaysia cakap.

Sandy PH:

thanks semua yang udah kasih masukan :)
kayaknya paling bagus emang poly dulu aja yah, gue
coba2 cari tau lebih lanjut deh soal cara masuk ke
poly
thanks again

Ansar:

Sistem pendidikan di Singapura memang beda tapi sebenarnya tidak terlalu rumit asal tahu tingkatannya.
Primary School = Sekolah Dasar —-> 6 tahun
Secondary School = SMP (sampai kelas 3) + SMA kelas 1
Nah di Sec School ini bisa hanya sampai Sec4 (yang Express/Special) atau sampai Sec5 (yang Normal). Yang Sec4 akan dapat “O”-Level, sementara yang Sec5 akan dapat “N”-Level.
Yang dapat “O”-Level bisa melanjutkan ke mana aja, sementara yang “N”-Level hanya bisa ke Poly saja —–> Grade “O”-Level lebih pintar dari Grade “N”-Level, sementara yang “N”-Level sendiri dibagi lagi “N”-Level Technical dan “N”-Level Academic. Yang “N”-Level Academic masih ada kesempatan mendapatkan “O”-Level setelah lulus “N”-Level Academic.
Kalo berbicara masalah ITE (Institute of Technical Education), itu sebenarnya adalah kumpulan anak2 yang kurang minat terhadap pelajaran (udah malas belajar), mereka hanya berminat terhadap hal2 teknis.
Ini biasanya diambil dari jalur Secondary School …….. anak2 yang tidak mungkin masuk Express/Special Stream, di tahun ke-2 akan dilempar ke Normal Stream, nah anak2 yang ternyata juga tidak mampu mengatasi ( can not cope with ) pelajaran akan diberi kesempatan : Drop Out atau ke ITE.
Yang sedang pemerintah Singapura galakkan adalah kampanye bahwa lulusan ITE juga punya kesempatan ke Universitas lewat jalur Polytechnics ….. ini untuk memberanikan (encouraging) pelajar2 tersebut …… meski jalur yang ditempuh sangat2 panjang ….. ITE, trus ke Poly (3 tahun) baru ke Universitas.
Sekedar tambahan, mulai tahun depan (2008), jalur Special Stream akan dihapus …. perbedaan antara Special dan Express adalah tambahan pelajaran bahasa yang disebut “Higher Languange”, entah Higher Chinese, Higher Malay, Higher Tamil, dll. ……. Seorang pelajar yang telah mengambil “Higher” subject ini, akan terbebas beban yang sama di Junior College.
Sekarang selepas Secondary School, pilihan hanya ke Poly atau Junior College.
Perlu dicermati bahwa lulusan Poly di Singapore TIDAK setara dengan Diploma-3 di Indonesia, mereka hanyalah setara Diploma-1 di Indonesia ….. Seorang lulusan Poly di Singapura bisa melanjutkan ke Universitas, bila subjeknya menunjang, mereka bisa langsung ke tahun ke-2 di Universitas.
Sedangkan Junior College (Maktab Rendah) adalah setara dengan SMA kelas 2 + 3 di Indonesia ……. meski beberapa bahan pelajaran hampir sama dengan mahasiswa tahun-1 seperti untuk Matematika, Kimia, Fisika, Biologi.
Pun, lulusan Junior College (”A”-Level) bila nilainya tidak begitu bagus, diberi kesempatan untuk “re-take” baik sebagai school candidate maupun private candidate …. bila sebagai school candidate (sama dengan tidak lulus kalo di Indonesia, sebab harus sekolah lagi) …… atau memilih Poly sebagai jalur alternatif menuju Universitas …. ini diperkenankan di Singapura case-by-case.
Juga pelajar Junior College yang ingin pindah jalur ke Poly juga diperkenankan, dan harus mengulang dari tahun ke-1, ada yang langsung tahun ke-2, tapi case-by-case juga.
So, kalo sudah lulus SMA di Indonesia, mau melanjutkan sekolah di Singapura (Negeri), seperti agak terlambat ……… akan lebih baik bila saat masih kelas 2 SMA mencari informasi dan melakukan kontak dengan pihak Universitas di Singapura (masuk sebagai pribadi), atau mengikuti test2 yang sering dilakukan oleh NUS, SMU, NTU di sekolah2 di Indonesia ……. banyak kok pelajar Indonesia yang meski belum lulus Ujian Nasional sudah dapat tempat di Universitas di Singapore lewat jalur beasiswa.
Disarankan, bila memang mau melanjutkan sekolah di Singapura (banyak keuntungan yang diterima apalagi mau melanjutkan ke Inggris, Amrik, Eropa), akan lebih baik waktu masih SMP kelas 3 atau SMA kelas 1, rajin2 cari info …… kalo diterima biasanya akan turun kelas satu tahun, biar bisa lebih menyesuaikan dengan iklim belajar di Singapura.
Memang ada private Universitas seperti UniSIM / SIM, MDIS, Informatics, Stansfield College, dll …… tapi setahu saya hanya SIM/UniSIM yang direcognized oleh pemerintah Singapura (tolong dikoreksi kalo MDIS juga direcognized).
So, kalo lulus SMA trus masuk Poly di Singapura, lebih baik gak usah dech …. mending sekolah di Indonesia dulu di Universitas Negeri atau Swasta yang bonafide, trus cari info apakah bisa transfer ke Universitas di Singapore ….
Nah, pelajar Singapura dari Poly dan Junior College, untuk masuk ke Universitas, tiap tahun akan diadakan Joint-Admission, mereka mendaftar secara on-line dan dilihat dari nilai serta keadilan ……… adil dalam arti bahwa tidak semua pelajar dari satu sekolah akan masuk dalam Jurusan yang sama (yang dipilih oleh pelajar), sehingga bila quota mereka sudah terpenuhi, secara automatis tidak masuk, dan menunggu tahap kedua Joint-Admission ini.
Udah ah …. kerja dulu.

Eddy:

polytechnic = d1 ? mungkin perspektif dari jenjang pendidikan Indonesia ya?
berdasarkan http://www.spi.edu.sg/criteria.htm
untuk masuk Polytechnic requirementnya lulusan ebtanas SMA…
dan kuliah di Polytechnic itu 3 tahun = diploma 3
kalo diploma 1 = kuliah 1 tahun
dan setahuku banyak dari SMA Indonesia yg masuk ke poly Singapura.
tapi dari polytechnic mesti start dari awal lagi kalo mau masuk ke Universitas di Singapura, tetapi kalo lewat yg Informatics dll tinggal ambil 1-2 tahun untuk dapat bachelor.
untuk transfer universitas Indonesia ke Universitas ke Singapura setahuku tidak bisa, mesti ulang dari awal. ada teman UGM semester 4 mesti ulang lagi dari awal di NUS.

Ansar:

Itulah pintar2-nya pemerintah S’pore ……. lha wong yang masuk Poly
itu lulusan Secondary School yang notabenenya hanya setara kelas 1 SMA.
Memang betul banyak pelajar lulusan SMA Indonesia yang masuk ke Poly,
pun lulusan sekolah Indonesia Singapura banyak yang ke Poly …. dan
ini berlaku umum …… pelajar Indo yang mau ngelanjutin ke Singapura
harus turun kelas, minimal turun 1 kelas, kalo apes bisa turun 2 kelas.
Betul seperti yang saya tulis, lulusan Poly harus start dari awal,
akan tetapi ada perkecualian (meski tidak semua) bisa langsung tahun
ke-2 bila dan hanya bila itu merupakan kelanjutan proses belajarnya,
sebab ada teman yang dari Electrical Engineering di SP, bisa langsung
tahun ke-2 di NTU, …. ya case-by-case ….
So, kalo udah lulus SMA di Indonesia, pilihannya masuk swasta di
Singapura aja ….. makanya saya bilang kalo udah lulus SMA di Indo,
udah agak terlambat kalo mau ngelanjutin di Singapura, kecuali mau
turun kelas lagi …. (kalo bagi saya “no way”), lebih baik kalo masih
kelas 1 atau 2 SMA, trus cari peluang pindah …..
Khan gak lucu …. sama2 lulusan SMA, yang satunya langsung masuk
NUS/NTU lewat jalur beasiswa, sedangkan yang satunya masuk ke Poly,
yang harus nunggu beberapa tahun lagi baru kuliah ….. telat.
Info yang saya berikan adalah dari hasil membaca, berbicara dengan
pelaku, dengan staff guru, dengan lulusan JC/Poly/Sec (Pelajar
Singapura), staff guru SIS/KBRI, dll sumber yang dapat dipercaya …..
sebab saya juga punya kepentingan dalam rangka membawa anak2 saya
untuk sekolah di Singapore ini 2 tahun ke depan setelah mereka lulus
SD di Indonesia nanti.

Indo Bistro

August 28th, 2007

Indo Bistro Lt 2 Lucky Plaza

Review written by Aimee Liu:

Hi all

mau share pengalaman abis try indo bistro, ternyata lokasi nya lt 2, tempat nya warung bu nanik dulu,  sekarang di take over sama indo bistro, sebelah nya resto surabaya..

special nya nasi uduk, owner nya confident banget nasi uduk nya enak dan lezat..tapi emang bener pas gua try, enak sekali (menurut gua loh)… porsi nasi nya ga begitu banyak, just nice..very tasty dan harum, di tambah dengan potongan telur dadar, sambel terasi, timun dan jeruk limo ( special dari indo, ga bakal bisa dapetin di spore tuh jeruk nya )…

gua rasa makan nasi uduk nya doang udah cukup kali, tanpa lauk..abis enak..hehehe

sambel terasi nya biasa aja/normal,  ga luar biasa enak, tapi ok lah…

soto betawi nya …must try..enak enak enak….tapi daging nya dikit sekali…mungkin lage grand opening disc 20% plus add 10% harga nya dikit mahal kalo tanpa disc..$5 tanpa nasi, nasi uduk$0.50 setelah disc cuma bayar $3.85 …sambel soto nya biasa aja, ga ada yang istimewa cuma cili padi di blender doang..

soto betawi pake jeruk limo,emping wah mantep deh…

jual soto mie $4.50, bubur ayam jakarta $ 3.50, nasi rames emang bener seh 3 items itu ga ada di resto laen…nasi goreng tek tek juga ada..

next time gona try soto mie, karena picture nya tempting banget, pake risol. mumpung lage disc ..hehe kiasu neh

yang pasti nasi uduk nya, bener2 nikmat…2 thumbs up…hahahahha…

yang suka es kolang kaling, es jeruk kelapa, boleh cobain tuh…

Additional review by Natali Ong:

Gw jg udah nyobain tuh indo bistro, yg diomongin aimee bener nasi uduknya enak

cuma abis makan bawaannya haus terus, gw makan berdua ma temen n temen gw jg ngerasain hal yg sama, mungkin nasi uduknya kebanyakan msg kali yaa, buat ayam kuningnya illfeel deh bau amis n cuma kerasa asin doank,

klo di indo bistro jual nasinya aja gw bakal balik buat beli nasi (tapi micinnya jangan tumpah yah).

Rumah Baru Blog, Wiki dan Forum Indo-Sing

August 8th, 2007

Pindah Hosting Provider

Setelah banyak mengalami masalah downtime di hosting provider yang lama, akhirnya server indo-sing.org dipindahkan ke hosting provider baru di Singapura. Berikut e-mail dari administrator server indo-sing.org, Emir Faisal:

—cut—

Hi All,

Dengan ini kami mengumumkan bahwa hosting Indo-Sing.ORG sudah dipindah ke server Singapore. Dengan adanya perpindahan ini, diharapkan performance/uptime domain kita ini meningkat dan dapat memberi service maksimal untuk kita semua.

Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan bagi para contributor, anggota milis indo-sing dan moderatornya, atas dukungannya selama ini.

Terima kasih, maju terus Indonesia!


Regards,

Emir Faisal

—cut—

Clean URLs di Wiki Indo-Sing

Selain itu juga, atas usulan dari Rani, Polar Bear sudah mengaktifkan Clean URLs di Wiki Indo-Sing supaya URL-nya tidak lagi mengandung index.php. Sebagai contoh, halaman Anggota di Wiki Indo-Sing kini bisa diakses dengan menggunakan URL:

http://wiki.indo-sing.org/Category:Anggota

daripada:

http://wiki.indo-sing.org/index.php/Category:Anggota

Tentu saja, URL lama yang mengandung index.php juga tetap bisa diakses, supaya tautan lama ke halaman-halaman Wiki Indo-Sing bisa tetap jalan dan tidak putus.

Rumah Baru Blog Indo-Sing

Polar Bear juga sudah mengganti setting blog Indo-Sing untuk menggunakan alamat URL baru: http://blog.indo-sing.org/, dan tidak lagi menggunakan alamat URL lama di http://www.indo-sing.org/blog/ . Bagi rekan-rekan yang mempunyai tautan ke blog ini di blogroll-nya, silahkan di-update. Saya sendiri sudah meng-update setting sindikasi di Planet Singapura untuk polling dari RSS feed di alamat yang baru.

Terima kasih atas kerja keras dari rekan-rekan kita, Emir Faisal, Meutia Chaerani dan Polar Bear untuk tetap menjaga server indo-sing.org dan me-maintain wiki, blog dan forum Indo-Sing. :)

Liputan Enchanting Indonesia on 20070804

August 4th, 2007

Laporan dari Andre Halim:

Hi All.

FYI :

BAD review first :

- Jualan makanan / barangnya sih kurang menarik (my opinion). A.l. Warung Surabaya, Warung Penyet, Esteler 77, ibu2 KBRI, snack2 Indo.
- Panitia ngga menyediakan papan yg berisi daftar acara dan waktunya,
- Selain itu juga promosi kata2nya kurang bombastis dan “bermutu” (again, ini personal opinion).
- Tata letak pameran amburadul, kesannya malah sempit.
- Ngga ada games2 atau kegiatan sejenis yg bisa memancing /mengundang attendance.

GOOD review :

- beautiful dancer and hosts
- beautiful angklung ensemble & song performance
- nice photo gallery

Untuk liputannya, please visit :
http://www.flickr.com/photos/ahandre/

Cheers,
Andre

Tambahan laporan dari Fajri:

setuju.. saya kira isinya makanan2  yang tidak dijual di sini (ataupun kalo dijual, penjualnya dateng dari indonesia, jadi bisa ngerasain rasa yang beda). jadi gak perlu enchanting indonesia buat ngerasain makanan itu

yang GOOD lagi: bisa dapet profil beberapa tempat di Indonesia yang menarik. karena mimpi saya adalah pengen ke lombok, saya tadi ngambil profil lombok (dan jogja serta indonesia).. hehehehe

Grillious di Orchard Hotel Shopping Arcade

July 6th, 2007

Written by Aimee Liu

Grillious restaurant di orchard hotel shopping arcade di basement nya, nyobain dinner kemaren, makanan nya mix sama western, ada jual sate ayam, sate padang, pempek, soto ayam, sop buntut, ayam kremes, bebek kremes, ayam kalasan, gado2, aneka ragam makanan indo, selain itu jual western food, spageti, calamari,steak, masih banyak lage.

udah cobain pempek, not bad, ayam kalasan : ayam goreng biasa agak lembut daging nya, cumi bakar : bakar nya kurang lama, jadi masi kenyal2 gitu, jadi ga abis makan nya, sama sate padang..kirain kaya sate padang indo ternyata sate ayam pake bumbu agak pedes( ga gitu pedes ), bumbu nya seperti kacang gitu tapi ga yakin kacang bukan…

overall, buat yang may try silahkan aja, not bad tapi juga ga luar biasa enak…so so menurut gua se..

menurut staff nya uda 2 thn buka resto nya..jadi bukan resto baru, jadi mungkin gua yang ketinggalan kali yah….baru sekarang try nya.

Best Regards,

Aimee Liu

Undangan Kopdar dari Milis Sebelah

May 24th, 2007

Warga Indo-Sing diundang oleh warga milis sebelah (IndoSing-Mums) untuk bergabung dalam acara kopdar (kopi darat) yang akan diadakan pada hari Minggu, 27 Mei 2007 jam 9 pagi di Palawan Beach, Sentosa. E-mail dari Ellen, seorang warga Indo-Sing yang juga adalah salah satu moderator milis IndoSing-Mums, terlampir:

From: “ewidyasari”
Date: Tue, 22 May 2007 09:16:27 -0000
Subject: [Indo-Sing] Fwd: Kopdar Mei: Palawan

Undangan dari milis sebelah..Silakan bergabung, biar kopdar makin rame

Sifat kopdaran ini adalah pot-luck..Jadi silakan kalau mau membawa makanan.Tolong pastikan kehalalannya..Kalau bingung mau bawa apa, bawa greentea Pokka aja ( sukur-sukur Teh Botol Sosro..hehe),dijamin laris manis

Satu lagi jangan lupa : dreskod COKLAT..COKLAT..COKLAT.. ayo bongkar lemari..jangan sampe sal-tum

Sampai Jumpa,
=ellen=
moderator IV ISM

— In IndoSing-Mums, “Suryatmaning Hany” wrote:

Berhubung keliatannya setelah ditarik sini diulur sana, dan kebalikannya… jadual rencana kopdar yang diusulkan selalu tidak bisa pas untuk satu dua atau tiga bahkan lebih keluarga… maka diputuskan setelah tidak melalui perdebatan panjang… kita KOPDAR yuk!

Nanti awal bulan Juli kita akan kopdar lagi, supaya yang baru pada pulang mudik bisa bagi-bagi oleh-oleh makanan, hehehe…

KOPDAR ISM
waktu: jam 09.00 pagi, Minggu, 27 Mei 2007,
tempat: pantai Palawan, pulau Sentosa,
warna pakaian: coklat, coklat, coklat… [penting ya? hihihihi….]

Demikian ya, teman-teman. Jangan kuatir telat, menurut pengalaman ada saja oknum yang berjemur sampai sore di pantai. Hhehehe…

Masalah makanan, seperti biasa saja. Silakan bereksperimen di dapur sendiri-sendiri, kita saling coba hasilnya.

–Hany

Koq Enggak Ditangkap????

May 18th, 2007

Diambil dari milis Indo-Sing, oleh AniDJ:

Kira1 bulan akhir bulan Maret 07 saya kebetulan duduk2 didepan Wisma sama temen dari Jakarta. Saya emang punya punya hobby melepas rasa cape duduk di bangku2 di pinggiran Orchard Rd sambil liatin orang2 yang lalu lalang.

Saya liat ada orang Indonesia kira-kira umur 30 th-an, saya liat dia asik banget ngobrol sama temenya pakai bahasa dialek Jakarta kental. Mungkin saking asiknya ngobrol tanpa sadar dia buang puntung rokok di jalanan. Tiba-tiba orang tadi ditangkap sama beberapa orang yang akhirnya saya tau mereka polisi yang berpakaian sipil. Akhirnya terjadi perang mulut lumayan seru antara polisi dan orang yang buang puntung rokok tadi. Orang tersebut marah karena saya liat cara penangan polisi tersebut sangat kasar dan bentak-bentak enggak sopan. Nguping punya nguping dia didenda $200.

Tiba-tiba saya liat ada orang bule. mungkin orang Amerika yang dengan santai membuang puntung rokok di depan sang polisi dan sang polisi liat jelas bahwa si bule buang puntung rokok.

Saya jadi penasaran, liat kejadian yang menurut saya enggak fair ini. saya samperin si polisi, saya bilang ke polisi sambil nunjuk ke arah si bule; WHY YOU LET HIM FREE. DID YOU SEE HE DROPS HIS CIGARETE. AS WELL,  Si polisi diam membisu alias enggak jawab pertanyaan saya. Saya tanya lagi YOU LET HIM FREE CAUSE HE IS NOT INDONESIAN. HE MIGHT BE AMERICAN. Polisi enggak jawab lagi dan tetep asik meneruskan proses denda terhadap orang Indonesia tadi. saya tanyanya lagi  DO YOU SPEAK ENGLISH ? hahahhahaa…… dia diem lagi booww…… akhirnya orang indonesia yang ditangkep tadi juga ikutan ketawa ngakak.

Mungkin ini bisa jadi salah satu bukti rasis yang mulai muncul di singapore terhadap orang Indonesia yang dianggap kaya raya jadi bikin sirik orang2 singapore.

AniDj

Balada PRT di Singapura

May 17th, 2007

Diambil dari milis Indo-Sing, dari Riki:

maaf, ini kebetulan saja,
kebetulan saya liat di koran straits times hari ini ada pembantun rmh tangga
– yg kebetulana orang indonesia,
boong ngarang cerita kalau dia itu diabused sama majikannya.
akhirnya setelah diinterogasi, dia akhirnya ngaku dia cuman ngarang doang,
krn sebenarnya cuman pingin pulang ke indonesia,
busyet…

kacau juga si mbak prt ini,
si majikan selain marah-marah dan sakit ati,
sempat juga diinterogasi selama 2 jam sama polisi.

si mbak pembantu akhirnya di hukum penjara 5 minggu,
anyway, pas kemarin banget — pada kebetulan yang lain — saya baca di
koran,
ada mbak prt lain yg benar-benar disiksa berulang kali oleh majikannya,
majikannya dihukum penjara 3 minggu.

apa seseorang yang ngeboong diperkosa, misalnya,
hukumannya lbh besar dari orang yg benar-benar memperkosa?

bisa jadi,
tapi nggak tau juga saya.

Beware: Chin Yong Trading Durian Stall, Geylang

May 10th, 2007

Subject: [Indo-Sing] Fw: DURIAN STALL OPP GEYLANG LOR11 - CHIN YONG TRADING //BEWARE!!//]

> Look out man…the parang-waving man from Chin Yong Trading!

>
> Dear friends, especially durian lovers!
>
> Please keep away from this durian stall called CHIN YONG
> TRADING opp
> Geylang Lor 11. Their hard sell tactics give you no time
> to react and
> you’ll be forced to spend $200 on just a few durians!!
> Probably its just
> one or 2 salesmen who use such underhand tricks but
> better to avoid the
> stall totally or be sorry!
>
> Here is my own personal account:
> On 21st Apr, my husband with a group of friends decided
> to have some
> durian after dinner at geylang and we head straight to
> the nearest stall - CHIN
> YONG TRADING. Turned out to be a big mistake!
>
> My husband went off to choose the durians after we found
> a table. Once
> my husnband approached this hooligan, he took out his
> parang to open a
> durian and ask my husband to try, my husband asked him
> how much was it but he
> say “never mind just try first”, so my husband commented
> not
> bad….immediately this hooligan picked up 5 durians and
> put into a basket, weighed it and
> brought it to our tables despite my husband repeated
> questioning on the
> price. No replies given.
>
> At our table, he opened up another and asked me and
> another gal friend
> (who’s carrying a less than yr old baby) to try the
> durian so we tried.
> He asked whether nice, we said yes, not bad and
> immediately he started
> opening up another durian and say, “see confirm good one
> this one”! We asked him
> about the price then only at this time he told us $20 per
> kg!!! so we
> asked him the whole basket how heavy, and guess what???
> 10kg, and there were
> only 5 durians inside! We say we don;t want he say cannot
> cos durian opened
> already and he already keyed in the sales and cannot
> return. Then keep
> explaining to us this is really good durian and worth
> eating while
> picking up another to open. This time we raised out voice
> and told him if he
> don’t stop opening, we will leave immediately.
>
> Only then he stopped and say, never mind, he’ll return
> the other 2
> unopened one, but the rest of the three durians we have
> to take….wah
> piang…and we thought just a while ago he said key in
> order already cannot
> returned??????
>
> Anyway, we were very angry and everything happened too
> fast for us to
> react, we finished up the 3 durians which in the end cost
> us $140/- , we
> didn’t enjoyed the durians at all. We hope to prevent
> anyone from
> becoming victims again to this hardselll tactics so
> beware of those geylang
> stalls especiall Chin Yong Trading. One of our friends
> who joined us later on
> said that he experienced the same thing too from the same
> stall once.
>
> Please circulate to your friends espcially those you know
> who loves
> durians! The season is here!
>
> PS: It doesn’t help that the hooligan was waving his
> parang around, i’m
> 6 months pregnant and our friends had their little baby
> with them.
>
> Best Regards,
> Doris Tey
> NYK Logistics (Asia) Pte Ltd

Food Review: Prego (non Halal)

April 3rd, 2007

Written by Ricky Korompis.

Sebelum ex-pacar dan Junior pulang kampung, mereka pengen mam dulu di salah satu tempat favorit keluarga kami… Namanya Prego, letaknya persis di sebelah lobby Raffles the Plaza hotel atau di seberangnya Starbucks Cityhall station.

Atmosfirnya sih rada uniform sama atmosfir restoran2 dalam hotel yg lain….kaca2 semua dan beberapa pajangan kitchen utensil untuk memberi kesan ‘dapur’nya. Kalo siang rame sama parade jas dan cufflinks(banyak exec mam di sini). Kalo malem, rame sama bule ngelesin cewe lokal….so this is kinda dating place which explains the extensive wine list. Tapi kalo weekend banyak kok keluarga2 yg bawa anak2nya kemari juga…jadi, campur la crowdnya.

Down to the menu….Hmmm…buat kalian2 yg udah punya buntut, yg patut dicatat adalah adanya banyak pilihan pizza yang rada contemporary Italian, alias keluar jalur tradisional pizza yg biasanya ada di Italia. Banyak yg rada ‘ngarang bebas’ campurannya, tapi masih menarik untuk di simak.

Sebagai maniak pizza, Junior gw mesen Profumo d’Alba pizza dengan campuran - tomat, mozzarella, jamur, keju parmesan, tutup sama beef yg di ‘air-dried’ dan minyak truffle (?…ini juga misteri buat gw…ilang dong rasa olive oilnya?). Au ah…ntar liat suka apa kagak dia (note : milihnya ga dipikir dulu Junior gw ini…Nanyanya ke waiter cuman : Is this good? Crispy? Yes? One please…*Dabruk* kepilih deh nih barang…)

Bini gw milih Involtini alla Siciliana - veal steak (sapi) panggang yg dimasak pake raisins, pine nuts, pecorino cheese (yang ini busuk banget bau aslinya, tapi rasanya ruarrr biasa), tomat dan bawang. Waktu ditanya kenapa dia milih makan daging, jawaban yang datang cuman geraman….Oh…I see…okay….*Kechink* kepesen lagi barang satu itu.

Gw sendiri pesen yang paling plain dari semuanya, Angel hair pasta aglio-olio dengan topping udang dan cumi plus slices of freshly-catched lobster marinated in champagne sauce (Dom? Yeah, right…). Lagi ga pengen nyoba yg macem2 karena telinga udah ‘kenyang’ omelan paginya…yapyapyapyapyap….

Cuman 10 menit, makanan kita dateng semua (bini gw paling belakangan…sukuuurreennn)…dan yang jadi ‘korban’ pertama gw ya, pizzanya Junior….Di tengah teriakan ‘NOO…IT’S MINE!!’ nya si Junior, gw ambil aja satu slice pizzanya dan ternyata….WOOWW! Muantabbb (3B tuh)…basenya bener2 crispy, air-dried beefnya terasa banget (mungkin karena di enhance sama truffle oilnya?)….Kejunya juga terasa tanpa asin yg berlebihan…weleh….jago juga Junior gw ‘feeling’ makanannya nih…Really good Rafael (yup…one of the TMNTs)…can Papa have one more? NNNOOOO…..Oops…7.5 dari 10.

Rambut malaikat gw dateng berikutnya dan tanpa permisi di’teror’ sama garpu ex-pacar…”Mana gw cobain dulu….”, “Monggo Jeng Putri….”, “Mmmmh enak juga….kok ada alkoholnya???”, “Huh???” Pas masuk mulut gw, angel hairnya : “melted in my mouth with the succulent taste of lobster and prawn, plus blissed aroma of champagne and butter…” Selamat tinggal kegemukan….8 dari 10.

Last but not least, steak bini gw dateng juga…telat 5 menit lagi, gw rasa kepala si waiter yg bakal dimam sama nyonya gw…(By this time udah rada tipsy karena Rose wine yg dia minum)…Casually, I tried to hover my fork over to the steak and …. Grrrrrrr….kedengeran sedikit auman dari seberang meja, gw jadi urung ngerasain duluan steaknya (note : bini gw suka nambahin segala macam saus extra yg ga seharusnya diolesin ke daging steak…saus tomat misalnya atau, kadang-kadang, sambel ABC…*Il Disastro…Hiks*). Gw kayak si singa laki di National Geography Channel yang harus nunggu si betinanya ‘nyicip’ daging dulu sementara dia nelen ludah dulu sampe dibiarin makan sama si betina…Duuh siapa bilang jadi laki enak? Setelah 10 menit ‘diubrak-abrik’ akhirnya gw dibiarin nyicip dikit ’sisa’ daging yang tinggal seumprit (misi ya nyah)…Setelah gw ‘bersihin’ dulu dari saos2 yg ga perlu, baru gw masukin ke mulut…duh…rata daging rasanya…tapi gw ngga protes deh…nyonya gw udah mulai ngumbar senyum soalnya (rada sexy malah…pengaruh Rose nya apa karena kenyang?)…3 dari 10 deh.

Dessert kita bertiga ngerubutin Tiramisu yang rasanya, menurut gw, OK tapi rada kemanisan dan kurang terasa ‘il caffe’ nya….6 dari 10 tuh. Junior minta eskrim, ngga bole sama ibunya, Junior mulai marah, ibunya mulai tambah marah, Junior teriak, ibunya mengaum, gw minta bill deh…. Begitu bill datang, total kerusakan sedikit di atas $200…cepet2 ttd…ngambil tas belanjaan, jalan duluan deh ke MRT station….di belakang ‘posse’ gw masih tarik2an dan dorong2an…Junior dan emaknya baru diem dan peluk2an menjelang Boon Keng station…what a blessed family…Thank you God….

Prego menurut gw bisa dijadiin restoran keluarga yang asik didatangi pas weekend. Ibu2 bisa belanja dulu di mall, anak2 bisa nikmati dancing fountain di mall juga… dan bapak2 bisa duduk bengong ngeliatin orang mondar-mandir di ground floor mall lobbynya yang luas dan banyak tempat duduk. Iya deh…sekali2 bapak2 bisa ke toilet yg tempatnya convenient atau ke Brooks Brothers atawa Montblanc yg tempatnya ga begitu jauh dari anak2 main (asal jangan ketauan atau ketemuan sama bini di tempat yg sama)…

Overall gw kasih nih tempat 7 dari 10 karena servis, persiapan makanan, rasa dan family friendlinessnya.

Sampai jumpa di review berikutnya.

EAT ON!!!