Balada Seorang Pembantu Rumah Tangga Indonesia di Singapura

Diambil dari milis Indo-Sing, sebagai respon dari "hujatan" terhadap seorang pembantu rumah tangga (PRT) Indonesia yang meng-abuse bayi majikannya yang baru berusia 2 bulan.

Uneg-uneg ini adalah keluhan umum PRT Indonesia di Singapura, dan bukan sebagai "pembenaran" atas tindakan abuse yang dilakukan oleh oknum PRT diatas.

—cut—

Karena semua orang nulis dalam kapasitas dan kaca mata "majikan" bolehlah kiranya saya juga mau nulis dalam kapasitas saya sebagai pembantu , ini unek-unek mbak-mbak yg saya temui di playground, boleh dong mereka menyuarakan haknya, sbb:

1.Tolong jam terbangnya di tentukan yg bener , entah itu dari 9 jam sehari atau 12 jam sehari ( asal jangan 24 jam ,,khan saya juga manusia bu…itu kata si mbak)

2.Kadang kami di kasih makan serba kurang, kalau yg beruntung sih bisa makan 3 x sehari sambil duduk bareng dengan majikan dan dalam satu meja makan, wah ini mah "majikan off the year"

3.Gaji kami dikit sekali, bayangin saja $280 sebulan, jam kerja tak tentu, kalau di kalkulasi 1 hari gaji cuma $9.30 cent, makanya jangan salahkan kalau kami harus pacaran dengan Bangla, karena dr situ ada tambahan income.

4. Karena kami miskin dan terdesak mau gak mau hrs nyanggupi peraturan UU perpembantuan dari agen, bahwasanya gaji kami akan di sita agency selama kami blum melunasi utang agen, jadi bayangkan bapak dan ibu sekalian , kadang kami hrs kerja dari 6 sampai 8 bln FOC alias gotong royong…, coba bandingin gaji bapak/ibu udah berjut-jut ya selama 8 bln kalau ditabung.

5.Kerja kami berat , kadang harus di kerjain di beberapa rumah, ya di rumah a mah, di rumah kakak ipar, di rumah anaknya etc, jadi kalau kami capek lumrah dong…atau kadang kami bersih-bersih tidak sebersih yg di minta.

6.Kadang di rumah majikan anaknya 5 kecil-kecil, yg paling bontot bayi , kami harus bisa ngerjain semuanya, dari nyuci,ngepel,masak,ngantar jemput anak-anak, ngurusin baby, aduuuh emangnya saya robot bu..kerja rodi saja ada patokannya , kayak bikin jembatan saja , atau bikin rel kereta api , lha ini serba semrawut gak ada jobs descriptionnya.

7. Yang terakhir uneg-uneg dari saya bu…tolong saja para majikan, kalau lagi stress di kantor jangan bawa-bawa pulanng ke rumah , bisa-bisa kami yg selallu jadi sasaran dan selalu jadi bumper!, entah itu dijewer ( pdhal kami sudah dewasa lho), di gebuk atau di caci maki itu sudah lumrah. Jadi tolong kalau memang para majikan tidak bisa mengendalikan stress, please jangan ambil maid dulu , atau enroll class "anger management " dulu sebelum hiring maid, biar kami tidak jadi bumper.Atau coba nonton pilemnya Adam Sandler dulu yg judulnya anger management, biar bisa buat referensi.

8.Ada juga majikan yg baiknya setengah mati sama kami, saking baiknya , sampai-sampai kami harus nemanin tidur, ngerokin,mijitin, dan akhirnya kami di hadiahi se orang bayi, kalau udah gini biasanya majikan "yg baik" ini suruh kami pulang dan di kasi psangon, beberapa "ribu" , nah emang cukup?.kalau kami mau mengadu ke siapa? ke Family court?, memangnya existensi kami di akui???kalau udah gini.

9. Last but not least ada kok majikan yg baik dan memang baik sekali , sampai-sampai kami tidak bisa menjabarkan kebaikan mereka, karena mereka memperlakukan kita sederajat , ada perikemanusiaan , welas asih dan mitra sejajar , take and give, tanpa embel-embel kami wong cilik dan majikan "wong gede". tapi utk dpat majikan yg kayak gini kayaknya harus puasa senin kemis seumur hidup.

Itulah uneg-uneg si mbak di Playground!

—cut—

2 Responses to “Balada Seorang Pembantu Rumah Tangga Indonesia di Singapura”

  1. Tia Says:

    hehehe…itu tulisan dan coment saya tuh..mba2 n mas2, kok nama saya gak di”comot seh ( lagi sok pede…hahaha)

  2. via Says:

    Mbak Tia ku yang baik, aku yang nomor 9 lho ? Kalo gak percaya, tanya aja sama maid ku.

Leave a Reply